Selasa, 06 Februari 2018

Cara Mendapatkan Bitcoin dan Cryptocurrency

Pada dasarnya untuk mendapatkan bitcoin atau cryptocurrency bisa didapat melalui 2 cara, yaitu menambang (mining) atau bisa juga dengan membeli melalui exchanger (tempat jual beli cryptocurrency).

1. Cara mendapatkan bitcoin atau cryptocurrency dengan cara menambang
Menurut salah satu penambang Bitcoin, sebut saja namanya Farhan, memberi bocoran kepada detikFinance bagaimana cara menambang Bitcoin dan memberikan keuntungan bersih secara harian.
Menurutnya, ada dua cara menambang Bitcoin, yaitu menggunakan Video Graphics Array (VGA) dan perangkat keras (hardware) bernama nMiner.
"Kalau pakai VGA itu sehari kita bisa dapat untung bersih sekitar Rp 30.000 hingga Rp 80.000. Itu sudah dikurangi biaya listrik ya," katanya kepada detikFinance, Jumat (8/9/2017).
VGA tersebut bertugas memecahkan algoritma yang bisa memberikan Altcoin yang merupakan turunan dari Bitcoin. Altcoin ini juga bisa dikonversi ke Bitcoin yang memang lebih populer.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli jenis VGA khusus ini mulai dari Rp 6-8 juta. Setelah punya VGA khusus itu, Personal Computer (PC) harus dinyalakan 24 jam non stop untuk bisa menambang Bitcoin.
"Kalau sampai (PC) mati, atau misalnya mati lampu, harus mengulang lagi dari awal," jelasnya.
Mengenai detail cara menambangnya, Farhan mengatakan, saat ini sudah banyak situs yang memberikan informasi mengenai menambang Bitcoin. Bahkan ada juga tutorial video di YouTube.
Sementara cara menambang kedua adalah dengan menggunakan nMiner. Alat yang satu ini harganya cukup mahal dan hanya tersedia di luar negeri.
"Satunya itu sekitar Rp 25 juta, belum ongkos kirim dari luar negeri. Masuk ke sini (Indonesia) masih kena pajak sekitar Rp 10 juta. Kalau ditotal bisa hampir Rp 50 juta untuk beli nMiner," ungkapnya.
Karena nMiner hanya tersedia di luar negeri, maka pembeli harus menggunakan jasa toko online untuk mendapatkannya. Namun tidak usah khawatir, toko online lokal juga sudah ada yang menyediakan hardware tersebut.
"Kalau pakai VGA paling sehari Rp 80.000, nah kalau pakai nMiner ini bisa sampai Rp 800.000 sehari. Itu bersih setelah dipotong listrik," katanya.
Wow! Lumayan juga. Tanpa repot-repot bisa dapat tambahan uang dari menambang Bitcoin. Coba kita bandingkan antara VGA dan nMiner.
Kalau pakai VGA modalnya sekitar Rp 8 jutaan. Hasilnya Rp 80.000 sehari, dikali 30 hari totalnya Rp 2,4 juta. Butuh waktu 4 bulanan sampai balik modal.
Sekarang kalau menambang pakai nMiner, modalnya Rp 50 juta. Sehari bisa dapat Rp 800.000, dikali 30 hari berarti Rp 24 juta sebulan. Hanya butuh waktu 2 bulan untuk balik modal dan hasil bulanannya lebih besar.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah VGA dan nMiner ini ada umurnya? Apakah lama-lama akan rusak dan harus ganti perangkat baru?
"Kalau bicara awet atau tidak sih pasti awet. Hanya saja algoritma yang diberikan Bitcoin itu semakin lama semakin sulit sehingga yang biasanya sehari bisa dapat Rp 800.000 nanti lama-lama jadi berkurang. Kalau hasilnya sudah makin berkurang maka saatnya ganti VGA yang lebih canggih atau nMiner versi terbaru.
Farhan mengatakan, hal ini juga yang pada akhirnya membuat harga VGA dan nMiner selalu naik tinggi. "Kasihan sama gamer, yang butuh VGA baru harganya makin lama makin mahal," ucapnya.

2. Cara mendapatkan bitcoin dengan cara trading

Trading Bitcoin atau aktifitas jual beli Bitcoin kini menjadi salah satu metode Investasi yang sangat disukai oleh Masyarakat di seluruh Dunia . Harga Bitcoin yang terus melonjak , ditambah pengguna Bitcoin yang selalu bertambah , membuat Bitcoin menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan .
Langkah untuk mendapat keuntungan dari Bitcoin sangat mudah , berikut ini :
  1. Buat Akun Bitcoin https://www.bitcoin.co.id
  2. Deposit Dana Berapa Saja
  3. Pantau Harga Bitcoin
  4. Ketika Harga Bitcoin Turun , Beli Segera
  5. Ketika Harga Bitcoin Naik , Jual Segera
  6. Ulangi Setiap Hari
  7. Keuntungan Tanpa Batas Setiap Hari

Demikian cara mendapatkan bitcoin.


dari berbagai sumber

Jumat, 02 Februari 2018

Legalitas Bitcoin dan Mata Uang Digital di Berbagai Negara



Bitcoin dan cryptocurrency memiliki berbagai aspek hukum yang perlu dipertimbangkan tergantung pada negara. Beberapa negara mengklasifikasikan Bitcoin dan mata uang virtual lainnya sebagai uang dan legal, beberapa mengelompokkannya sebagai aset dan legal, beberapa di antaranya tidak legal dan legal, tanpa kerangka hukum di tempat.

Di Rusia, Ekuador dan Bangladesh, Bitcoin dilarang secara langsung, di negara lain seperti Cina, penggunaan bitcoin secara komersial adalah ilegal namun legal bagi perseorangan untuk menyimpan, memperdagangkan, menambang, dan jual beli. Beberapa negara melarang Bitcoin karena undang-undang yang sudah ada, seperti Islandia.
Namun di Inggris seperti di banyak negara lainnya, Bitcoin tidak diatur tanpa kerangka hukum yang berlaku. Bagaimana pun, sebuah keputusan baru-baru ini di sistem pengadilan Uni Eropa menyatakan bahwa Bitcoin dibebaskan dari pajak PPN di negara anggota Uni Eropa mana pun.

Negara-negara yang sebagian besar melarang penggunaan Bitcoin dan mata uang virtual :

  • Bangladesh
  • Ekuador
  • Iceland (Penambangan tidak termasuk)
  • Thailand
  • Cina (legal hanya untuk pribadi individu)
  • Rusia Kyrgyzstan


TIDAK DIATUR
Tidak diatur maksudnya tidak ada kerangka hukum yang berlaku, atau penggunaan Bitcoin telah dideregulasi dan bebas untuk digunakan dalam kapasitas apa pun dengan ada beberapa atau tanpa batasan hukum.

  • Inggris
  • Australia
  • Belgium
  • Brazil
  • Kolombia
  • Chile
  • Kroasia
  • Siprus
  • Republik Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Yunani
  • Hongkong
  • India (Meskipun banyak bank India tidak mengizinkan transaksi yang berkaitan dengan Bitcoin)
  • Indonesia
  • Irlandia
  • Israel
  • Italia
  • Lithuania
  • Malaysia
  • Malta
  • Selandia Baru
  • Belanda
  • Nikaragua
  • Pakistan
  • Filipina
  • Polandia
  • Portugal
  • Rumania
  • Singapura
  • Slowakia
  • Slovenia
  • Afrika Selatan
  • Turki
  • Vietnam
  • Nepal
  • Korea Utara (Wisatawan telah menggunakan Bitcoin pada layanan internet turis tanpa masalah, sebagian besar warga Korea Utara tidak memiliki akses ke internet publik)
  • Papua Nugini
  • Antigua
  • Barbados
  • Iran
  • Irak
  • Somalia
  • Afghanistan
  • Mesir
  • Arab Saudi
  • Oman
  • Qatar


DIATUR
Negara-negara yang melegalkan penggunaan Bitcoin namun diatur secara khusus untuk pajak atau keperluan lainnya, dan dalam beberapa kasus digolongkan sebagai uang:
  • Finlandia
  • Prancis
  • Jerman
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Yordania
  • Lebanon
  • Luksemburg
  • Spanyol
  • Swedia
  • Swiss
  • Kanada
  • Meksiko

TERBATAS
Negara-negara yang membatasi penggunaan Bitcoin tapi legal dalam kondisi tertentu:
  • Cina (Individu dapat bertransaksi sedangkan perusahaan dan bank tidak boleh, diperbolehkan menambang).
  • Islandia (ilegal untuk jual/beli, tetapi diperbolehkan menambang)
  • Taiwan (legal untuk jual/beli, bertransaksi dan berdagang, tetapi ATM untuk Bitcoin dilarang)

DILARANG
Negara-negara yang melarang dengan tegas penggunaan Bitcoin adalah:
  • Rusia (dilarang tegas)
  • Bangladesh
  • Thailand
  • Kyrgyzstan
  • Ekuador

Macam-macam CryptoCurrency Terbesar di Dunia


Teknlogi mata uang digital saat ini memang tengah marak di kembangkan, terlebih oleh para perusahaan bersama dengan team engineer di berbagai belahan dunia. Bahkan Google Ventures pun melakukan invesntasi pada salah satu teknologi CrytoCurrency. Tercatat kurang lebih 500 CrytoCurrency diciptakan dan beberapa CrytoCurrency memilki berbagai konsep yang berbeda. Meskipun berbeda, terdapat kesamaan pada konsep koinnya.
Walaupun Bitcoin menjadi CrytoCurrency yang paling banyak diperbincangkan, namun sebenarnya ada banyak sekali jenis CrytoCurrency yang ada di dunia. Berikut, beberapa jenis CrytoCurrency dengan kapitalisasi terbesar di dunia.


Bitcon (Kapitalisasi pasar : USD 3,3 miliar atau 42 triliun)
Bitcoin atau BTC menjadi CrytoCurrency pertama yang disebut-sebut sebagai CrytoCurrency terbaik di antara yang lainnya. BTC dibuat oleh Satoshi Nakamato dan di luncurkan secara resmi di tahun 2009. Tak tanggung-tanggung, bahkan total jumlah sirkulasi Bitcoin ini sudah mencapai angka kurang lebih 14 juta BTC. Dan hadiah untuk para bit miner akan berhenti apabila sirkulasinya sudah mencapai 21 juta yang akan di perkirakan pada tahun 2140.


Ripple (Kapitalisasi pasar : USD 253 juta atau 3 triliun)
Biasanya di kenal dengan nama XPR ini merupakan mata uang digital dulunya di kembangkan secara tertutup oleh Ripple Network yang bertujuan untuk membuat system pembayaran menjadi lebih aman, cepat dan mudah. Akan tetapi di tahun 2013 pihaknya memutuskan untuk membuat proyek tersebut menjadi open source di bawah lisensi ISC yakni menggunakan algoritma Consensus yang nantinya bisa untuk proses pertukaran, pembayaran juga mengirim uang secara terdistribusi.


Litecoin (Kapitalisasi pasar : USD 54 juta atau 704 milair)
Mempunyai nama lain LTC yang di luncurkan secara resmi ke publik pada tahun 2011. CrytoCurrency ini dibuat oleh mantan pegawai Google yang bernama Charles Lee yang bertujuan untuk membuat Bitcoin yang lebih baik.
Kelebihan yang di tawarkan oleh LTC yaitu durasi untuk menghasilkan blok yang hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 menit saja, dan waktu tersebut ternyata lebih cepat di banding BTC yang memakan waktu sampai dengan 10 menit. Hal ini dikarenakan LTC menggunakan algoritma Scrypt yang disinyalir lebih sederhana di bandingkan dengan algoritma SHA-256 yang di gunakan pada BTC.


Dash (Kapitalisasi pasar : USD 15 Juta atau 195 miliar)
Dash atau Digital Cash awalnya bernama Darkcoin berbeda dengan BT dan ITC. CrytoCurrency yang satu ini menggunakan algoritma X11 yang menggunakan 11 putaran fungsi hash berbeda. Bahkan, algoritma ini di sebut-sebut lebih cepat serta menggunakan kinerja computer yang lebih efisien.


Stellar (Kapitalisasi pasar : USD 13 juta atau 169 miliar)
Merupakan CrytoCurrency yang terbilang baru karena di dirikan pada awal 2014 oleh Jeb Mccaleb dan Joyce Kim. Bisa dilihat pada steller mempunyai perbedaan yang mencolok dengan CrytoCurrency yang lain karena 95% dari mata uang dari digital ini di berikan secara cuma-Cuma. Koin baru steller tidak di peroleh dari mining karena CrytoCurrency tersebut menggunakan algoritma consensus yang secara otomatis menghasilkan koin baru juga melakukan verifikasi pada setiap transaksinya.


MaidSafeCoin (Kapitalisasi pasar : USD 9,7 juta atau 126 miliar)
Sebuah CrytoCurrency yang kini di kembangkan oleh David Irvine di tahun 2016, yang akhirnya di rilis pada bulan April 2014. Cara mining CrytoCurrency ini berbeda dengan metode verifikasi yang di tetapkan oleh Bitcoin. Untuk bisa mendapatkan koin, para miner (sebutan bagi para pencari koin CrytoCurrency) harus menyiapkan media penyimpanan untuk menyimpan file MaidSafe.


NXT (Kapitalisasi USD 9 juta atau 117 miliar)
Menjadi CrytoCurrency yang di luncurkan di tahun 2013 oleh developer software yang bernama BCNext. Mata uang NXT menggunakan system proof of stakes untuk menangani transaksi dan jumlah koin NXT. Sama halnya dengan Steller, NXT juga memungkinkan adanya mining.


Dogecoin (Kapitalisasi pasar : USD 8,7 juta atau 113 miliar)
Mungkin mata uang ini mengingatkan anda dengan anjing, karena mata uang digital ini terinspirasi oleh Shia Inu, salah satu jenis anjing dari Jepang. Dagocoin mulanya di buat untuk sebuah mata uang lelucon yang berhasil menarik perhatian pengguna internet. Hingga akhirnya, CrytoCurrency ini lebih di kembangkan dan resmi di luncurkan ke public pada tahun 2013. Menggunakan sistem algoritma Scrypt seperti Litecoin yang nantinya memungkinkan penggunanya melakukan mining.


BitShares (Kapitalisasi pasar USD 8,4 juta atau 109 miliar)
Mulanya CrytoCurrency ini merupakan sebuah tesis yang di buat oleh Daniel Larimer, Stan Larimer dan Charles Hoskinson. Setelah tesis tersebut selesai dan mendapat pendanaan oleh VC asal China, akhirnya Daniel Larimer memutuskan untuk membuat mata uang digital BitShares yang di luncurkan ke public pada 1013. Menggunakan algoritma Concensus yang memunginla pengguna memberikan persetujuan otomatis, sehingga tidak mungkinkan akan ada mining koin.


BanxShares (Kapitalisasi pasar : USD 7,3 juta atau 95 miliar)
CrytoCurrency BanxShares merupakan mata uang digital yang di kembangkan oleh Mark Lyford seorang entrepreneur aktif sejak tahun 90 an. Pada dasarnya, BankShares ini merupakan bank untuk menyimpan CrytoCurrency. Namun jika Anda ingin menabung, Anda perlu mengkonversi mata uang digital ini terlebih dahulu pada BankShares.


Tak hanya jenis mata uang digital diatas saja, karena masih terdapat sekitar 593 jenis mata uang digital lainnya yang beredar di pasaran dan hal tersebut tentu dapat berubah kapan saja. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa sebagian besar pelaku CrytoCurrency di Indonesia lebih banyak melakukan mining, di bandingkan dengan melakukan jual beli dengan menggunakan mata uang digital ini.

sumber: dwi wahyudi, cryptoversity

Apa Itu Cryptocurrency: yang perlu anda ketahui



Cryptocurrency adalah mata uang digital yang dibuat dan dikelola melalui penggunaan teknik enkripsi canggih yang dikenal sebagai kriptografi. Cryptocurrency berkembang dari hanya sekedar konsep akademis menjadi sebuah kenyataan dengan penciptaan Bitcoin pada tahun 2009. Sementara Bitcoin menarik pertumbuhan di tahun-tahun berikutnya, Bitcoin mendapatkan investor yang signifikan dan juga perhatian media pada April 2013 ketika ia memuncak pada rekor $ 266 per bitcoin setelah melonjak 10 kali lipat dalam dua bulan sebelumnya. Bitcoin memakai nilai pasar hingga sebesar $ 2 milyar pada puncaknya, tapi kemudian terjun 50% tak lama kemudian setelah munculnya perdebatan sengit tentang masa depan cryptocurrencies pada umumnya dan pada khususnya Bitcoin. Jadi, akankah mata uang alternatif ini akhirnya menggantikan mata uang konvensional dan menjadi seperti dolar dan euro suatu hari nanti? Atau apakah cryptocurrencies ini hanyalah sebuah trend yang akan pudar suatu saat nanti? Jawabannya terletak pada Bitcoin.

Bitcoin – Standar Saat ini

Bitcoin adalah mata uang desentralisasi yang menggunakan teknologi peer-to-peer, yang memungkinkan semua fungsi seperti penerbitan mata uang, yangmana proses transaksi dan verifikasi harus dilakukan secara kolektif oleh jaringan. Sementara desentralisasi ini membuat Bitcoin bebas dari manipulasi atau campur tangan pemerintah, sisi sebaliknya adalah bahwa tidak ada otoritas sentral untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan lancar atau untuk mendukung nilai Bitcoin itu sendiri. Bitcoins diciptakan digital melalui proses “pertambangan” yang membutuhkan komputer yang kuat untuk memecahkan algoritma kompleks dan angka-angka krisis. Mereka saat ini dibuat pada tingkat 25 Bitcoins setiap 10 menit dan akan ditutup pada tingkat 21 juta, tingkat yang diharapkan dapat dicapai pada 2140.

Karakteristik ini membuat Bitcoin secara fundamental berbeda dari mata uang kertas, yang didukung oleh kepercayaan penuh dan kredit pemerintah nya. Penerbitan mata uang fiat adalah kegiatan yang sangat terpusat yang diawasi oleh bank sentral suatu negara. Sementara bank mengatur jumlah mata uang yang dikeluarkan sesuai dengan tujuan kebijakan moneter, secara teoritis tidak ada batas atas untuk jumlah penerbitan mata uang tersebut. Selain itu, deposit mata uang lokal umumnya diasuransikan terhadap kegagalan bank oleh badan pemerintah. Bitcoin, di sisi lain, tidak memiliki mekanisme dukungan seperti itu. Nilai Bitcoin adalah sepenuhnya tergantung pada kemauan investor untuk bersedia membayar pada suatu titik waktu tertentu. Selain itu, jika pertukaran Bitcoin melipat, klien dengan saldo Bitcoin tidak dapat mendapatkan bitcoin mereka kembali.

Meningkatkan Pengawasan

Manfaat utama Bitcoin tentang desentralisasi dan anonimitas transaksi juga telah menjadikannya mata uang favorit untuk sejumlah kegiatan ilegal termasuk pencucian uang, menjajakan narkoba, penyelundupan dan pengadaan senjata. Hal ini telah menarik perhatian lembaga pemerintah yang kuat dan peraturan lainnya seperti Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), SEC, dan bahkan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Pada Maret 2013, FinCEN mengeluarkan aturan yang mendefinisikan pertukaran mata uang virtual dan administrator sebagai bisnis jasa uang, membawa mereka dalam lingkup peraturan pemerintah. Pada bulan Mei tahun 2013, DHS membekukan account dari Mt. Gox – pertukaran Bitcoin terbesar – yang waktu itu berdiri di Wells Fargo, menyatakan bahwa hal itu melanggar hukum anti-pencucian uang. Dan pada bulan Agustus, Departemen Jasa Keuangan New York mengeluarkan surat panggilan untuk 22 perusahaan pembayaran berkembang, banyak yang menangani Bitcoin, mempertanyakan tentang langkah-langkah mereka untuk mencegah pencucian uang dan menjamin perlindungan terhadap konsumen.

Alternatif untuk Bitcoin

Meskipun terdapat banyak isu-isu baru-baru ini, keberhasilan Bitcoin dan visibilitas pertumbuhannya semakin terlihat sejak diluncurkan dan telah merangkul sejumlah perusahaan untuk meluncurkan cryptocurrencies alternatif, seperti:

– Litecoin – Litecoin dianggap sebagai saingan terkemuka Bitcoin yang sudah ada, Litecoin dirancang untuk memproses transaksi yang lebih kecil dengan lebih cepat. Litecoin ini didirikan pada bulan Oktober 2011 dianggap sebagai koin perak untuk emas Bitcoin,” menurut pendirinya Charles Lee. Berbeda dengan komputer berat bertenaga kuda yang diperlukan untuk pertambangan Bitcoin, Litecoins dapat dihasilkan oleh komputer desktop biasa. Batas maksimum Litecoin adalah 84 juta – empat kali batas Bitcoin yang hanya 21 juta – dan memiliki waktu pemrosesan transaksi sekitar 2,5 menit, sekitar hanya seperempat kali dari yang Bitcoin butuhkan.

– Ripple – Ripple diluncurkan oleh OpenCoin, sebuah perusahaan yang didirikan oleh pengusaha dibidang teknologi Chris Larsen pada tahun 2012. Seperti Bitcoin, Ripple merupakan sebuah mata uang dan sistem pembayaran. Komponen mata uangnya adalah XRP, yang memiliki dasar matematika seperti Bitcoin. Mekanisme pembayarannya memungkinkan transfer dana dalam mata uang apapun kepada pengguna lain pada jaringan Ripple dalam beberapa detik, berbeda dengan transaksi Bitcoin, yang dapat memakan waktu selama 10 menit untuk konfirmasi.

– MintChip – Tidak seperti kebanyakan cryptocurrencies, MintChip sebenarnya adalah bentukan dari lembaga pemerintah, khususnya Royal Mint Kanada. MintChip adalah smartcard yang memiliki nilai elektronik dan dapat mentransfer dana dengan aman dari satu chip ke yang lain. Seperti Bitcoin, MintChip tidak perlu identifikasi pribadi, tidak seperti Bitcoin, mintchip didukung oleh mata uang fisik, dolar Kanada.

Tentang Masa Depan

Beberapa keterbatasan yang mungkin dihadapi cryptocurrencies – seperti adanya fakta bahwa keberuntungan digital seseorang dapat terhapus oleh kerusakan perangkat komputer, atau lemari besi virtual yang dapat dijarah oleh hacker – dapat diatasi kedepannya melalui kemajuan teknologi. Yang mungkin sulit untuk diatasi adalah paradoks dasar yang cryptocurrencies – ketika ia menjadi lebih populer, regulasi dan pengawasan pemerintah akan semakin ketat, yang pada akhirnya dapat mengikis premis mendasar bagi keberadaan cryptocurrencies.

Sementara jumlah toko yang menerima cryptocurrencies sudah semakin meningkat, cryptocurrencies masih sangat jarang. Agar cryptocurrencies menjadi lebih banyak digunakan, mereka harus terlebih dahulu mendapatkan penerimaan luas di kalangan konsumen. Namun, kompleksitas relatif mereka dibandingkan dengan mata uang konvensional kemungkinan akan menghalangi kebanyakan orang untuk memilikinya, kecuali untuk mereka yang berteknologi mahir.

Cryptocurrency yang bercita-cita untuk menjadi bagian dari sistem keuangan utama mungkin harus memenuhi kriteria yang sangat beragam. Hal ini akan perlu strategi matematis kompleks (untuk menghindari penipuan dan serangan hacker) tapi juga mudah bagi konsumen untuk memahaminya, terdesentralisasi tetapi dengan perlindungan konsumen dan perlindungan yang memadai, dan menjaga anonimitas pengguna tanpa terlibat penggelapan pajak, pencucian uang dan aktivitas jahat lainnya. Karena ini adalah kriteria yang tangguh yang harus terpenuhi, apakah mungkin jika cryptocurrency paling populer dalam waktu beberapa tahun lagi bisa menjembatani gap antara mata uang fiat dan cryptocurrencies saat ini? Sedangkan kemungkinan yang terlihat asih jauh, ada sedikit keraguan bahwa sebagai cryptocurrency terkemuka saat ini, keberhasilan Bitcoin (atau ketidakmampuannya) dalam menghadapi tantangan yang dihadapi dapat menentukan nasib cryptocurrencies lainnya di tahun-tahun mendatang.

Haruskah Anda Investasi di Cryptocurrencies?

Jika Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi di cryptocurrencies, mungkin lebih baik untuk memperlakukan “investasi” Anda dengan cara yang sama seperti Anda akan memperlakukan setiap usaha sangat spekulatif lainnya. Dengan kata lain, sadari bahwa Anda berisiko kehilangan sebagian besar investasi Anda, atau bisa saja semua. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, cryptocurrency tidak memiliki nilai intrinsik selain dari apa yang pembeli bersedia bayar untuk itu pada suatu titik waktu tertentu. Hal ini membuatnya sangat rentan terhadap harga yang melambung, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kerugian bagi investor. Bitcoin, misalnya, jatuh dari $ 260 sampai sekitar $ 130 dalam waktu enam jam pada tanggal 11 April 2013. Jika Anda tidak dapat menghadapi resiko seperti volatilitas yang demikian, carilah tempat lain untuk investasi yang lebih cocok untuk Anda. Sementara terdapat pendapat yang berbeda-beda tentang manfaat Bitcoin sebagai investasi – para pendukung menunjuk pada suplai terbatas dan berkembangnya penggunaan sebagai penggerak penting, sedangkan pengkritiknya justru melihatnya sebagai sekadar gelembung spekulatif – perdebatan ini dapat membuat investor konservatif untuk meghindari investasi dibidang ini

Kesimpulan

Munculnya Bitcoin telah memicu perdebatan tentang masa depan dan untuk cryptocurrencies lainnya. Meskipun isu terbaru Bitcoin,kesuksesan peluncuran nya sejak tahun 2009 telah mengilhami penciptaan cryptocurrencies alternatif seperti Litecoin, Ripple dan MintChip. Cryptocurrency yang bercita-cita untuk menjadi bagian dari sistem keuangan utama harus memenuhi kriteria yang sangat berbeda-beda. Sedangkan kemungkinan terlihat sulit, ada sedikit keraguan bahwa keberhasilan Bitcoin atau justru kegagalannya dalam menghadapi tantangan yang dihadapi dapat menentukan nasib cryptocurrencies lainnya di tahun-tahun mendatang.

dari berbagai sumber

Mengenal Bitcoin, Apa Itu Bitcoin?, Bitcoin Adalah...


Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-to-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang yang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.

Desain dari Bitcoin memperbolehkan untuk kepemilikan tanpa identitas (anonymous) dan pemindahan kekayaan. Bitcoin dapat disimpan di komputer pribadi dalam sebuah format file wallet atau di simpan oleh sebuah servis wallet pihak ketiga, dan terlepas dari semua itu Bitcoin - bitcoin dapat di kirim lewat internet kepada siapapun yang mempunyai sebuah alamat Bitcoin. Topologi peer-to-peer bitcoin dan kurangnya administrasi tunggal membuatnya tidak mungkin untuk otoritas, pemerintahan apapun, untuk memanipulasi nilai dari bitcoin - bitcoin atau menyebabkan inflasi dengan memproduksi lebih banyak bitcoin.

Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency, pertama kali di deskripsikan oleh Wei Dai pada tahun 1998 dalam milis cypherpunks.
Mata uang ini seperti halnya mata uang biasa, namun hanya tersedia di dunia digital. Konsepnya mungkin terdengar seperti eGold, walaupun sebenarnya jauh berbeda.

Suplai Bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin di seluruh dunia. Sistem penciptaan Bitcoin yang terus berkurang setiap 4 tahun sekali ini menyerupai sistem ekonomi berdasarkan deflasi dan dengan makin terbatasnya supply bitcoin, harga bitcoin cenderung naik.

dari berbagai sumber

  RTP Live: Cek RTP Slot Tertinggi Pragmatic Hari Ini Pasti Maxwin 2023 Apakah itu  Rtp Slot Gacor Hari Ini  terlengkap? Bermain di situs  R...